Jika berkomunikasi dalam arti menyampaikan pesan tertentu dengan isyarat atau suara jawabannya iya, namun dapatkah mereka berbicara satu sama lain seperti manusia dengan menggunkan bahasa lisan jawabannya tidak.
contohnya
ketika induk ayam mengeluarkan suara yang keras atau membungkukkan badannya. Semua anak-anaknya mengerti hal ini sebagai tanda bahaya.
Hewan tidak memiliki kemampuan menggunakan bahasa sebagai media berkomunikasi sebagaimana manusia. Ada dua jenis utama komunikasi pada hewan yaitu komunikasi verbal dan nonverbal.
1. Komunikasi Verbal
Suara adalah salah satu jenis yang paling umum dari komunikasi verbal pada hewan. Sebagian besar spesies menggunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan.
contoh:
Semua burung berkomunikasi melalui kicauan. Gelombang suara inilah yang mereka gunakan untuk berkomunikasi.
Anjing dan kucing juga menggunakan berbagai suara untuk menyampaikan pesan kepada sesamanya.
2. Komunikas Nonverbal
a. Ekspresi wajah
Simpanse menggunakan gerak bibir, pipi dan mata untuk memberitahu perasaan mereka satu sama lain.
b. Gerakan dan bahasa tubuh
komunikasi melalui gerakan dan bahasa tubuh digunakan tidak hanya pada hewan melainkan juga manusia
contoh:
lebah madu adalah makhluk yang menggunakan sejenis tarian sebagai cara berkomunikasi beberapa lebah mencari disekitar sarang sehingga lebah lain mendapatkan sinyal dimana lokasi sarang madu berada
c. Sentuhan
Simpanse memberikan pelukan dan ciuman sebagai ungkapan kasih sayang
Manusia dan hewan sama-sama berkomunikasi dengan bahasa, simbol dan isyarat. Manusia berkomunikasi dengan beragam bahasa (suku dan bangsa) sedangkan hewan dangan simbol dan isyarat. Manusia dan hewan berkomunikasi dengan cara manusia mengajarkan dan melatih hewan dengan memberikan stimulasi sebagaimana yang diberikan kepada manusia. Hewan tidak dapat berbahasa seperti layaknya manusia karena anatomi otak manusia dengan hewan sangatlah berbeda namun dengan adanya pelatihan dan pengajaran yang dilakukan oleh para peneliti terhadap hewan yang akan dilatih hewan dapat menirukan bahasa manusia.
Sabtu, 25 Februari 2017
Kamis, 23 Februari 2017
Fungsi dan Ragam Bahasa
Fungsi Bahasa
A. Dalam kedudukannya indonesia sebagai bahasa nasional
bahasa indonesia berfungsi sebagai berikut:
1.lambang Kebanggaan Kebangsaan
Bahasa indonesia mencerminkan nilai-nilai sosial budaya yang
mendasari rasa kebangsaan kita. Atas dasar kebangsaan ini, bahasa indonesai
kita pelihara dan kita kembangkan, dan rasa kebanggaan memakainya senantiasa
kita bina.
2.lambang Identitas Nasional
Bahasa indonesia kita junjung disamping bendara dan lambang
negara kita. Didalam melaksanakan fungsi ini, bahasa indonesia tentulah harus
memiliki identitasnya sendiri sehingga ia serasi dengan lambang kebanggaan kita
yang lain.
3.Alat Perhubungan Antarwarga, Antardaerah dan Antarsuku bangsa
3.Alat Perhubungan Antarwarga, Antardaerah dan Antarsuku bangsa
Berkat adanya bahasa nasional, kita dapat berhubungan
antarsatu dengan lain sedemikian rupa sehingga
kesalahpahaman akibat perbedaan latar belakang sosial budaya dan bahasa
tidak perlu dikhawatirkan. Kita dapat berpergian dari plosok satu ke plosok
yang lain di tanah air kita dengan hanya memanfaatkan bahasa indonesia sebagai
satu-satunya alat komunikasi.
4.Alat Yang Memungkinkan Terlaksananya Penyatuan Berbagai-bagai Suku Bangsa Yang Memilih Latar Belakang Sosial Budaya Dan Bahasa Yang Berbeda-beda Kedalam Satu Kesatuan Bangsa Yang Bulat.
4.Alat Yang Memungkinkan Terlaksananya Penyatuan Berbagai-bagai Suku Bangsa Yang Memilih Latar Belakang Sosial Budaya Dan Bahasa Yang Berbeda-beda Kedalam Satu Kesatuan Bangsa Yang Bulat.
Di dalam hubungan ini, bahasa indonesia memungkinkan
berbagai-bagai suku bangsa itu mencapai keserasian hidup sebagai bangsa yang
bersatu dengan tidak perlu meninggalkan identitas kesukuan dan kesetiaan kepada
nilai-nilai sosial budaya serta latar belakang bahasa daerah yang bersangkutan.
B. Di dalam kedudukan sebagai bahasa negara, bahasa indonesia berfungsi sebagai bahsa resmi kenegaraan, bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan, alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan, pelaksanaan pembangunan dan alat kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi.
B. Di dalam kedudukan sebagai bahasa negara, bahasa indonesia berfungsi sebagai bahsa resmi kenegaraan, bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan, alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan, pelaksanaan pembangunan dan alat kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi.
1.Bahasa resmi kenegaraan
Bahasa indonesia dipakai di dalam segala upacara, peristiwa
dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun dalam bentuk tulisan.
2.Bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan
2.Bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan
Bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan mulai dari
taman kanak-kanak sehingga perguruan tinggi diseluruh indonesia, kecuali di
daerah-daerah, seperti daerah Aceh, Batak, Sunda, Jawa, Madura, Bali dan
Makasar yang menggunakan bahasa daerahnya sebagai bahasa pengantar sampai
dengan tahun ketiga pendidikan dasar.
3.Alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional dan untuk kepentingan pelaksanaan pemerintahan
3.Alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional dan untuk kepentingan pelaksanaan pemerintahan
Di dalam hubungannya dengan fungsi ini, bahasa indonesia
tidak hanya dipakai sebagai alat komunikasi timbal-balik antara pemerintah dan
masyarakat luas, dan tidak hanya sebagai alat perhubungan antardaerah dan
antarsuku, melainkan juga sebagai alat perhubungan di dalam masyarakat yang
sama latar belakang sosial budaya dan bahsanya.
4.Alat pengembangan kebudayaan nasional, ilmu pengetahuan
dan teknologi
Di dalam hubungan ini, bahasa indonesia adalah satu-satunya
alat yag memungkinkan kita membina dan mengembangkan kebudayaan nasional
sedemikian rupa sehingga ia memiliki ciri-ciri dan identitasnya sendiri, yang
membedakannya dari kebudayaan daerah.
C. Fungsi bahasa dalam kedudukannya dalam alat komunikasi
1. Bahasa sebagai sarana mengamati lingkungan sekitar
Manusia bagian dari lingkungan sekitar, baik lingkungan
sosial maupun lingkungan alamnya. Keberhasilan seseorang menggunakan
kecerdasannya ditentukan oleh kemampuannya memanfaatkan situasi lingkungannya sehingga
memperoleh berbagai kreativitas baru yang dapat memberikan berbagai keuntungan
bagi dirinya dan masyarakat.
2. Bahasa sarana menciptakan kreativitas baru
Setiap orang memiliki bakat alam yang dibawanya sejak lahir.
Bakat ini berupa dorongan untuk berekspresi dan berkomunikasi dengan orang lain.
Bahasa sebagai sarana berekspresi dan komunikasi berkembang menjadi sarana
berpikir logis yang memungkinkan pemakainya untuk mengembangkan segala
potensinya.
3.Bahasa sebagai sarana ekspresi diri
Orang tidak memiliki pemahaman tanpa pengungkapan. Bahasa sebagai
ekspresi (pengungkapan) diri atas pemahaman dirinya dapat dilakukan dari
tingkat yang paling sederhana sampai dengan tingkat yang kompleks atau tingkat
kesulitan yang amat tinggi.
D. Ragam Bahasa
Ragam
lisan dan Ragam tulis
Bahasa indonesia yang amat luas wilayah pemakaiannya ini dan bermacam-macam pula latar belakang penuturnya, mau tidak mau akan melahirkan sejumlah ragam bahasa. Adanya bermacam-macam ragam bahasa ini sesuai dengan fungsi, kedudukan, serta lingkungan yang berbeda-beda. Ragam bahasa ini pada pokoknya dapat dibagi dalam dua bagian, yaitu ragam lisan dan ragam tulis.
Bahasa indonesia yang amat luas wilayah pemakaiannya ini dan bermacam-macam pula latar belakang penuturnya, mau tidak mau akan melahirkan sejumlah ragam bahasa. Adanya bermacam-macam ragam bahasa ini sesuai dengan fungsi, kedudukan, serta lingkungan yang berbeda-beda. Ragam bahasa ini pada pokoknya dapat dibagi dalam dua bagian, yaitu ragam lisan dan ragam tulis.
Tidak dapat kita
mungkiri, bahasa indonesia ragam lisan sangat berbeda dengan bahasa indonesia
ragam tulis. Ada pendapat yang menyatakan bahwa ragam tulis adalah pengalihan
ragam lisan ke dalam ragam tulis (huruf). Pendapat ini tidak dapat dibenarkan
seratus persen sebab tidak smeua ragam lisan dapat dituliskan ; sebaliknya,
tidak semua ragam tulis dilisankan .Kaidah yang berlaku bagi ragam lisan belum
tentu berlaku bagi ragam tulis
Ragam baku dan ragam tidak baku
Ragam baku adalah
ragam yang dilembagakan dan diakui oleh sebagian besar warga masyarakat
pemakaiannya sebagai bahasa resmi dan sebagai karangka rujukan norma bahasa
dalam penggunaannya. Ragam tidak baku adalah ragam yang tidak dilembagakan dan
ditandai oleh ciri-ciri yang menyimpang dari norma ragam baku.Ragam baku dan ragam tidak baku
Hakikat Bahasa Indonesia
A. Hakikat Bahasa
Bahasa merupakan alat komunikasi yang
berupa sistem lambang bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia. Bahasa terdiri
atas kata-kata atau kumpulan kata.
B. Sifat-sifat bahasa
1. Bahasa itu adalah sebuah sistem
Sistem adalah susunan teratur berpola yang
membentuk suatu keseluruhan yang bermakna atau berfungsi. Sistem terbentuk oleh
sejumlah unsur yang satu dan yang lain berhubungan secara fungsional.
2. Bahasa itu berwujud lambang
Lambang dengan berbagai seluk beluknya
dikaji orang dalam bidang kajian ilmu semiotika yaitu ilmu yang mempelajari
tanda-tanda yang ada dalam kehidupan manusia.
3. Bahasa itu berupa bunyi
Bunyi bahasa adalah bunyi yang dihasilkan
alat ucap manusia .
4. Bahasa itu bersifat arbitrer
Arbitrer bisa diartikan “sewenang-wenang,
berubah-ubah, tidak tepat, mana suka”. Yang dimaksud dengan istilah arbitrer
itu adalah tidak adanya hubungan wajib antara lambang bahasa (yang berwujud
bunyi itu) dengan konsep atau pengertian yang dimaksud oleh lambang tersebut. contoh: orang Minahasa memahami beras dengan sebutan kan, itu terserah komunitas orang Minahasa, biarlah orang Jawa menamakannya sego. pemilihan bunyi dan kata dalam hal ini benar-benar sangat bergantung pada konvensi atau kesepakatan pemakai bahasa suatu bahasa.
5. Bahasa itu bermakna
Salah satu hakiki dari bahasa adalah bahasa
itu bersifat lambang. Sebagai lambang, bahasa melambangkan suatu pengertian,
suatu konsep, suatu ide atau suatu pikiran yang ingin disampaikan dalam wujud
bunyi itu. Maka, dapat dikatakan bahwa bahasa itu mempunyai makna.
6. Bahasa itu bersifat konvensional
Meskipun hubungan antara lambang bunyi
dengan yang dilambangkannya bersifat arbitrer, tetapi penggunaan lambang
tersebut untuk suatu konsep tertentu bersifat konvensional. Artinya, semua
anggota masyarakat bahasa itu mematuhi konvensi bahwa lambang tertentu itu
digunakan untuk mewakili konsep yang diwakilinya.
7. Bahasa itu bersifat unik
Bahasa dikatakan bersifat unik, artinya
setiap bahasa mempunyai ciri khas sendiri yang tidak dimiliki oleh bahasa lainnya.
Ciri khas ini bisa menyangkut sistem bunyi, sistem pembentukan kata, sistem
pembentukan kalimat, atau sistem-sistem lainnya.
8. Bahasa itu bersifat universal
Selain bersifat unik, bahasa juga bersifat
universal. Artinya, ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa
yang ada di dunia ini. Misalnya, ciri universal bahasa yang paling umum adalah
bahwa bahasa itu mempunyai bunyi bahasa yang terdiri dari vokal dan konsonan.
9. Bahasa itu bersifat produktif
Bahasa bersifat produktif, artinya meskipun
unsur-unsur bahasa itu terbatas, tetapi dengan unsur-unsur yang jumlahya
terbatas itu dapat dibuat satuan-satuan bahasa yang tidak terbatas, meski
secara relative, sesuai dengan sistem yang berlaku dalam bahasa itu.
10. Bahasa itu bervariasi
Anggota masyarakat suatu bahasa biasanya
terdiri dari berbagai orang dengan berbagai status sosial dan latar belakang
budaya yang tidak sama. Karena perbedaan tersebut maka bahasa yang digunakan
menjadi bervariasi . Ada tiga istilah dalam variasi bahasa yaitu:
1. Idiolek : Ragam bahasa yang bersifat
perorangan.
2. Dialek : variasi bahasa yang digunakan
oleh sekelompok anggota masyarakat pada suatu tempat atau suatu waktu.
3. Ragam : variasi bahasa yang digunakan
dalam situasi tertentu. Misalnya, ragam baku dan ragam tidak baku.
Langganan:
Postingan (Atom)