Kamis, 23 Februari 2017

Fungsi dan Ragam Bahasa

Fungsi Bahasa

A. Dalam kedudukannya indonesia sebagai bahasa nasional bahasa indonesia berfungsi sebagai berikut:
1.lambang Kebanggaan Kebangsaan
         Bahasa indonesia mencerminkan nilai-nilai sosial budaya yang mendasari rasa kebangsaan kita. Atas dasar kebangsaan ini, bahasa indonesai kita pelihara dan kita kembangkan, dan rasa kebanggaan memakainya senantiasa kita bina.

2.lambang Identitas Nasional
        Bahasa indonesia kita junjung disamping bendara dan lambang negara kita. Didalam melaksanakan fungsi ini, bahasa indonesia tentulah harus memiliki identitasnya sendiri sehingga ia serasi dengan lambang kebanggaan kita yang lain.

3.Alat Perhubungan Antarwarga, Antardaerah dan Antarsuku bangsa
       Berkat adanya bahasa nasional, kita dapat berhubungan antarsatu dengan lain sedemikian rupa sehingga  kesalahpahaman akibat perbedaan latar belakang sosial budaya dan bahasa tidak perlu dikhawatirkan. Kita dapat berpergian dari plosok satu ke plosok yang lain di tanah air kita dengan hanya memanfaatkan bahasa indonesia sebagai satu-satunya alat komunikasi.

4.Alat Yang Memungkinkan Terlaksananya Penyatuan Berbagai-bagai Suku Bangsa Yang Memilih Latar Belakang Sosial Budaya Dan Bahasa Yang Berbeda-beda Kedalam Satu Kesatuan Bangsa Yang Bulat.
      Di dalam hubungan ini, bahasa indonesia memungkinkan berbagai-bagai suku bangsa itu mencapai keserasian hidup sebagai bangsa yang bersatu dengan tidak perlu meninggalkan identitas kesukuan dan kesetiaan kepada nilai-nilai sosial budaya serta latar belakang bahasa daerah yang bersangkutan.

B. Di dalam kedudukan sebagai bahasa negara, bahasa indonesia berfungsi sebagai bahsa resmi kenegaraan, bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan, alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan, pelaksanaan pembangunan dan alat kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi.
1.Bahasa resmi kenegaraan
         Bahasa indonesia dipakai di dalam segala upacara, peristiwa dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun dalam bentuk tulisan.

2.Bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan
       Bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sehingga perguruan tinggi diseluruh indonesia, kecuali di daerah-daerah, seperti daerah Aceh, Batak, Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Makasar yang menggunakan bahasa daerahnya sebagai bahasa pengantar sampai dengan tahun ketiga pendidikan dasar.

3.Alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional dan untuk kepentingan pelaksanaan pemerintahan
      Di dalam hubungannya dengan fungsi ini, bahasa indonesia tidak hanya dipakai sebagai alat komunikasi timbal-balik antara pemerintah dan masyarakat luas, dan tidak hanya sebagai alat perhubungan antardaerah dan antarsuku, melainkan juga sebagai alat perhubungan di dalam masyarakat yang sama latar belakang sosial budaya dan bahsanya.

4.Alat pengembangan kebudayaan nasional, ilmu pengetahuan dan teknologi
      Di dalam hubungan ini, bahasa indonesia adalah satu-satunya alat yag memungkinkan kita membina dan mengembangkan kebudayaan nasional sedemikian rupa sehingga ia memiliki ciri-ciri dan identitasnya sendiri, yang membedakannya dari kebudayaan daerah.

C. Fungsi bahasa dalam kedudukannya dalam alat komunikasi
1. Bahasa sebagai sarana mengamati lingkungan sekitar
          Manusia bagian dari lingkungan sekitar, baik lingkungan sosial maupun lingkungan alamnya. Keberhasilan seseorang menggunakan kecerdasannya ditentukan oleh kemampuannya memanfaatkan situasi lingkungannya sehingga memperoleh berbagai kreativitas baru yang dapat memberikan berbagai keuntungan bagi dirinya dan masyarakat.

2. Bahasa sarana menciptakan kreativitas baru
        Setiap orang memiliki bakat alam yang dibawanya sejak lahir. Bakat ini berupa dorongan untuk berekspresi dan berkomunikasi dengan orang lain. Bahasa sebagai sarana berekspresi dan komunikasi berkembang menjadi sarana berpikir logis yang memungkinkan pemakainya untuk mengembangkan segala potensinya.

3.Bahasa sebagai sarana ekspresi diri
       Orang tidak memiliki pemahaman tanpa pengungkapan. Bahasa sebagai ekspresi (pengungkapan) diri atas pemahaman dirinya dapat dilakukan dari tingkat yang paling sederhana sampai dengan tingkat yang kompleks atau tingkat kesulitan yang amat tinggi.

D. Ragam Bahasa
       Ragam lisan dan Ragam tulis
           Bahasa indonesia yang amat luas wilayah pemakaiannya ini dan bermacam-macam pula latar belakang penuturnya, mau tidak mau akan melahirkan sejumlah ragam bahasa. Adanya bermacam-macam ragam bahasa ini sesuai dengan fungsi, kedudukan, serta lingkungan yang berbeda-beda. Ragam bahasa ini pada pokoknya dapat dibagi dalam dua bagian, yaitu ragam lisan dan ragam tulis.
Tidak dapat kita mungkiri, bahasa indonesia ragam lisan sangat berbeda dengan bahasa indonesia ragam tulis. Ada pendapat yang menyatakan bahwa ragam tulis adalah pengalihan ragam lisan ke dalam ragam tulis (huruf). Pendapat ini tidak dapat dibenarkan seratus persen sebab tidak smeua ragam lisan dapat dituliskan ; sebaliknya, tidak semua ragam tulis dilisankan .Kaidah yang berlaku bagi ragam lisan belum tentu berlaku bagi ragam tulis

 Ragam baku dan ragam tidak baku
      Ragam baku adalah ragam yang dilembagakan dan diakui oleh sebagian besar warga masyarakat pemakaiannya sebagai bahasa resmi dan sebagai karangka rujukan norma bahasa dalam penggunaannya. Ragam tidak baku adalah ragam yang tidak dilembagakan dan ditandai oleh ciri-ciri yang menyimpang dari norma ragam baku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar