Kamis, 09 Maret 2017

Bahasa Baku dan Tidak Baku



Bahasa baku adalah ragam bahasa yang cara pengucapan dan penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah standar. Kaidah standar dapat berupa pedoman ejaan (EYD), tata bahasa baku, dan kamus umum. 

Berkaitan dengan kapan ragam baku digunakan, kridalaksana (1978) merumuskan empat situasi penggunaan bahasa baku sebagai berikut:
  1. Digunakan dalam situasi resmi, yaitu dalam surat menyurat resmi, pengumuman yang dikeluar oleh instansi resmi, penamaan dan peristilahan resmi perundang-undangan dan sebagainya.
  2. Digunakan dalam wacana teknis, yaitu dalam laporan resmi dan karangan ilmiah 
  3. Digunakan dalam pembicaraan di depan umum yaitu dalam ceramah, kuliah, khotbah
  4. Digunakan saat berbicara dengan orang-orang yang dihormati, yaitu orang yang lebih tua, lebih tinggi status sosialnya, atau orang yang baru dikenal
Fungsi bahasa baku adalah sebagai berikut:
  1. Pemersatu, pemakaian bahasa baku dapat mempersatukan sekelompok orang menjadi satu kesatuan masyarakat bahasa 
  2. Pemberi kekhasan, pemakaian bahasa baku dapat menjadi pembeda dengan masyarakat pemakai bahasa lainnya
  3. Pembawa kewibawaan, pemakai bahasa baku dapat memperlihatkan kewibawaan pemakainya
  4. Kerangka acuan, bahasa baku menjadi tolak ukur bagi benar tidaknya pemakaian bahasa seseorang atau sekelompok orang
         Bahasa Non baku merupakan kata yang dipakai tidak sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa yang sudah ditentukan. Biasanya kata tidak baku sering dipakai pada saat percakapan sehari-hari atau dalam bahasa tutur. Adapun faktor-faktor yang bisa mengakibatkan munculnya kata non baku, yang diantaranya yaitu sebagai berikut ini:
  1. Yang memakai bahasa tidak memperbaiki kesalahan dari penggunaan suatu kata, itulah yang mengakibatkan kata non baku selalu ada 
  2. Yang memakai bahasa dapat terpengaruh oleh orang-orang yang terbiasa memakai kata yang non baku  
  3.  Dan yang terakhir, yang memakai bahasa dapat terbiasa memakai kata non baku
Fungsi penggunaan bahasa non baku adalah untuk mengakrabkan diri dan menciptakan kenyamanan serta kelancaran saat berkomuniksi (berbahasa). 

Contoh Bahasa Indonesia Baku dan Tidak baku
contoh dalam bentuk kata



NO
Tidak Baku
Baku
1.
Situ
Anda, Saudara
2.
Apotik
Apotek
3.
Aktiv, Aktip
Aktif
4.
Dikasih
Diberi
5.
Tradisionil
Tradisional
6.
Kwalitas
Kualitas
7.
Jadual
Jadwal
8.
Empatpuluh, Ampat puluh
Empat puluh
9.
Jum’at
Jumat
10.
Tekhenik,tehnik
Teknik
11.
Pasca sarjana
Pascasarjana
12.
Telpon, tilpun
Telepon
13.
Managemen,manejemen
Manajemen
14.
Legalisir
Legalisasi

Contoh kalimat bahasa baku
  1. Ayah memberikan adik uang
  2. Saya sudah membelikan buku untuk mu
  3. Setiap hari rabu akan diadakan kegiatan pramuka
  4. Hari ini semua atlet berkumpul di stadion datu adil
  5. Rina dan Rini pergi sekolah menggunakan transportasi bis
  6. Acara itu sangat formal
  7. Rita sudah menghafalkan tugas presentasi besok
  8. Semua siswa akan mengadakan ujian sekolah di bulan februari
  9. Ani sudah paham pembelajaran hari ini
  10. Wahyu sudah membuat metode pembelajaran yang akan dia presentasikan 
  11. Ibu Ayu terampil membuat kerajinan dari  kertas bekas
  12. Bagi orang yang berkepentingan dipersilahkan masuk 
  13. Kiki menjadi narasumber di acara tersebut
  14. Andi mendengarkan nasihat dari ibunya
  15. Semua warga negara asing berhak mempunyai paspor
  16. Kedua anak itu saling memaafkan setelah dilerai oleh ibu guru
  17. Membuat sebuah kerangka rumah itu sangatlah susah
  18. Yogi sangat tidak profesional dalam melasanakan tugas yang diberikan kepadanya
  19.  Ayah sudah membetulkan mobil nya
  20. Ia sudah tahu bahwa anaknya rajin
 Daftar Pustaka
Indradi Agustinus.2003.Cermat Berbahasa Indonesia.Indonesia.:Dioma
Arifin Zaenal.2004.Cermat Berbahasa Indonesia untu perguruan.Indonesia.:Akademik Presindo

s

Tidak ada komentar:

Posting Komentar