Sabtu, 18 Maret 2017

Kongres Bahasa Indonesia


Kongres Bahasa Indonesia I

Tanggal 25-28 Juni 1938 dilangsungkan Kongres Bahasa Indonesia I di Solo. Dari hasil kongres itu dapat disimpulkan bahwa usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendekiawan dan budayawan Indonesia saat itu. Tanggal 18 Agustus 1945, dilakukan pendatangan Undang-Undang Dasar 1945, yang salah satu pasalnya (Pasal 36) menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan ejaan republik sebagai pengganti ejaan Van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya.
Tokoh-tokoh Kongres Bahasa indonesia I
1. Mr. Amir Sjarifoeddin 
2. St. Takdir Alisjahbana
3. Mr. Muh Yamin
4. K.St. Pamoentjak
5. Adi Negoro
6. Ki Hadjar Dewantara




Kongres Bahasa Indonesia II
  • Tanggal 28 Oktober hingga 2 November 1954 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia II di Medan Kongres ini merupakan perwujudan tekad bangsa Indonesia untuk terus-menerus menyempurnakan bahasa Indonesia yang diangkat sebagai bahasa kebangsaan dan ditetapkan sebagai bahasa negara.
  • Tanggal 16 Agustus 1972 H.M. Soeharto, Presiden Republik Indonesia, meresmikan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) melalui pidato kenegaraan di hadapan sidang DPR yang dikuatkan pula dengan Keputusan Presiden No. 57 tahun 1972.
  • Tanggal 31 Agustus 1972 Mentri Pendidikan dan Kebudayaan  menetapkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi berlaku di seluruh wilayah Indonesia (Wawasan Nusantara).
Pimpinan Kongres
1. Mr. Muhadi
2. Dr.A. Sofjan
3. Prof. Prijana
Kongres Bahasa Indonesia III

Tanggal 28 Oktober hingga 2 November 1978 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia III di Jakarta. Kongres yang diadakan dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda yang ke-50 ini selain memperlihatkan kemajuan, pertumbuhan, dan perkembangan bahasa Indonesia sejak tahun 1928, juga berusaha memantabkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia. Pidato Peresmian Pembukaan Kongres Bahasa Indonesia ketiga oleh Presiden Republik Indonesia Suharto, pada tanggal 28 Oktober 1978 dan pidato pengarahan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Daud Joesoef, pada tangal 30 Oktober 1978.

Kongres Bahasa Indonesia IV

 Tanggal 21-26 November 1983 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia IV di Jakarta. Kongres ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-55. Dalam putusannya disebutkan bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia harus lebih ditingkatkan sehingga amanat yang tercantum di dalam Garis-garis besar haluan negara, yang mewajibkan kepada semua warga negara Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, dapat tercapai semaksimal mungkin. Pidato pengarahan dalam peresmian pembukaan Kongres Bahasa Indonesia Keempat oleh Mentri Nugroho Notosusanto.



Kongres Bahasa Indonesia V

 Tanggal 28 Oktober hingga 3 November 1988 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia V di Jakarta. Kongres ini dihadiri oleh kira-kira tujuh ratus pakar bahasa Indonesia dari seluruh Indonesia dan peserta tamu dari negara sahabat seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Belanda, Jerman, dan Australia. Kongres itu ditandatangani dengan mempersembahkan karya besar Pusat Pembinaan dan Pengambangan Bahasa kepada pencinta bahasa di Nusantara, yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.
Pidato peresmian pembukaan oleh Presiden Republik Indonesi, Soeharto, pada tangal 28 Oktober 1988, pidato pengarahan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan , Prof . Dr. Faud Hassan, pada tanggal 29 Oktober 1998, dan setelah memperhatikan laporan Kepala Pusat pembinaan dan Pengambangan Bahasa, Anton M. Moeliono.
Kongres Bahasa Indonesia VI

Tanggal 28 Oktober hingga 2 November 1993 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VI di Jakarta. Diikuti oleh peserta sebanyak 770 pakar bahasa dari Indonesia dan 53 peserta tamu dari mancanegara meliputi Australia, Brunei Darussalam, Jerman, Hongkong, India, Italia, Jepang, Rusia, Singapura, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Kongres mengusulkan agar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa ditingkatkan statusnya menjadi Lembaga Bahasa Indonesia, serta mengusulkan penyusunan Undang-Undang Bahasa Indonesia.
Panitia Perumus
1. Hanimurti Kridalaksana (Ketua merangkap anggota)
2. S.R.H. Sitanggang (Sekretaris merangkap anggota)
3. A.Latief (anggota)
4. Achadiati Ikram (anggota)
5. Amran Halim (anggota)
6. Anton.M. Moeliono (anggota)
7. Hans Lapoliwa (amggota)
8. Hasan Lawi (anggota)
9. Lien Surianegara (anggota)
10. Mansoer Pateda (anggota)
11. Soesono Kartomihardjo (anggota)
12. Yohanes Kalamper (anggota)


 Kongres Bahasa Indonesia VII

 Tanggal 26-30 Oktober 1998 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VII di Hotel Indonesia, Jakarta. Kongres itu mengusulkan pembentukan Badan Pertimbangan Bahasa.
 Tim Perumus
1. Hasan Ali (Ketua merangkap anggota)
2. Dendy Sugono (Sekretaris merangkap anggota)
3. A. Latief (anggota)
4. Amran Halim (Anggota)
5.Soenjono Dardjowidjojo (anggota)
6. Yus Rusyana (anggota)
7. Budi Darma (anggota)
8. Fuad Abdul Hamid (Anggota)
9. T.A. Ridwan (anggota0
10. Zainuddin Taha (anggota)

Kongres Bahasa Indonesia VIII

Pada bulan Oktober tahun 2003, para pakar dan pemerhati Bahasa Indonesia akan menyelenggarakan Kongres Bahasa Indonesia ke- VIII. Berdasarkan Sumpah Pemuda yang dicetuskan pada bulan Oktober tahun 1928 yang menyatakan bahwa para pemuda memiliki satu bahasa yakni Bahasa Indonesia, maka bulan Oktober setiap tahun dijadikan bulan bahasa. Pada setiap bulan bahasa berlangsung seminar Bahasa Indonesia di berbagai lembaga yang memperhatikan Bahasa Indonesia. Dan bulan bahasa tahun ini mencakup juga Kongres Bahasa Indonesia.
Tim Perumusan dan Narasumber Kongres Bahasa Indonesia VIII
1. Abdul Wahab (ketua)
2. Sugiyono (Sekretaris)
3. Abdul Djunaidi (Anggota)
4. Ayu Sutarto (Anggota)
5. H. Hunggu Tadjuddin Usup (Anggota)
6. Riris K. Toha-Sarumpaet (Anggota)
7. Suminto A. Sayuti (Anggota)
8. T.D Asmadi (Anggota)
9. Threes Y. Kumanireng (Anggota)
10. Willy Pramudya (Anggota)

Narasumber
1. A.Latief
2. Dendy Sugono
3. Hasal Alwi
4. Soenjono Dardjowidjojo

Kongres Bahasa Indonesia XI

Dalam rangka peringatan 100 tahun kebangkitan nasional, 80 tahun Sumpah Pemuda, dan 60 tahun berdirinya Pusat Bahasa, pada tahun 2008 dicanangkan sebagai Tahun Bahasa 2008. Oleh karena itu, sepanjang tahun 2008 telah diadakan kegiatan kebahasaan dan kesusasteraan. Sebagai puncak dari seluruh kegiatan kebahasaan dan kesusasteraan serta peringatan 80 tahun Sumpah Pemuda, diadakan Kongres IX Bahasa Indonesia pada tanggal 28 Oktober-1 November 2008 di Jakarta.
Kongres tersebut akan membahas lima hal utama, yakni bahasa Indonesia, bahasa daerah, penggunaan bahasa asing, pengajaran bahasa dan sastra, serta bahasa media massa. Kongres bahasa ini berskala internasional dengan menghadirkan para pembicara dari dalam dan luar negeri. Para pakar bahasa dan sastra yang selama ini telah melakukan penelitian dan mengembangkan bahasa Indonesia di luar negeri sudah sepantasnya diberi kesempatan untuk memaparkan pandangannya dalam kongres tahun ini.




Daftar Pustaka

Muslich Masnur. 2012. Perencanaan Bahasa Pada Era Globalisasi. Jakarta: Pt Bumi Aksara
https://id.wikipedia.org/wiki/Kongres

Tidak ada komentar:

Posting Komentar